Fungsi Ballast Pada Lampu TL

Ballast merupakan salah satu komponen kelistrikan dan fungsi ballast itu sendiri yakni untuk menyalakan lampu. Fungsi ballast lampu bisa dikatakan sebagai pemberi sumber tegangan agar lampu menyala, ballast erat kaitannya dengan lampu TL.

Fungsi Ballast

Jadi fungsi ballast pada lampu tl yakni sebagai rangkaian control yang bisa menyalakan lampu TL dengan memberikan tegangan. Sumber tegangan yang diberikan ballast yakni AC 220 Volt yang kemudian di rumah menjadi AC 500 hingga 800 volt menggunakan frekuensi 20 hingga 60 KHz.

Ballast memiliki dua macam yakni ballast trafi dan ballast elektronik. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda, namun kita lebih sering menggunakan ballast elektronik karena penggunaan lampu TL.

Baca Juga : Rangkaian lampu Neon Philips

Macam-macam Fungsi Ballast Lampu TL

Macam-macam Fungsi Ballast Lampu TL

Saat ini masih banyak orang yang menggunakan lampu TL meskipun banyak juga yang lebih memilih LED atau bohlam. Salah satu alasan penggunaan lampu TL karena lebih efisien, sebab lampu TL hanya membutuhkan daya yang sedikit serta menghasilkan cahaya yang maksimal.

Meskipun biayanya lebih mahal, namun dengan ballast elektronik kini lampu TL bisa menjadi lebih murah. Berikut ini beberapa fungsi ballast pada lampu tl:

1. Starter Kapasitor

Ballast elektronika merupakan sebuah inovasi atau pengembangan dari ballast trafo yang memiliki komponen lebih baik. Di dalam ballast elektronika, ada komponen yang bernama starter kapasitor.

Fungsi starter kapasitor ini yakni untuk menyalakan lampu TL untuk pertama kalinya. Namun komponen ini sebenarnya tidak wajib ada di dalam struktur lampu TL, karena ballast elektronika memiliki frekuensi yang lebih tinggi dan tidak membutuhkan starter untuk menyalakan lampu TL.

Namun starter kapasitor berada di dalam ballast elektronika yang kini memiliki ukuran lebih kecil.

2. Rectifier

Fungsi ballast selanjutnya yakni pada komponen rectifier. Komponen ini berfungsi agar bisa mengubah tegangan listrik menjadi bolak balik yakni berasal dari AC 220 Volt dan diubah menjadi tegangan searah atau DC tinggi sebesar 320 volt.

Rectifier menjadi komponen yang tidak bisa dilepaskan dari ballast elektronika karena fungsinya yang bisa mengubah tegangan listrik menjadi High Voltage DC.

3. DC to AC Converter

Komponen selanjutnya yang ada di dalam ballast elektronika yakni DC to AC converter. Fungsi dari bagian ballast elektronika ini yakni untuk mengubah tegangan HVDC 320 volt agar menjadi tegangan yang lebih tinggi.

Tegangan yang lebih tinggi ini yakni AC 500 sampai 800 volt frekuensi 20 sampai 60 KHz. Fungsi dari komponen ini kebalikan dari rectifier.

Jenis Ballast pada Lampu TL

 

Setelah mengetahui fungsi ballast lampu TL, selanjutnya kamu perlu mengetahui ada beberapa tipe ballast pada lampu TL. Berikut ini daftarnya:

  • Flyback Inverter

Flyback Inverter

Jenis ballast ini memang tidak terlalu populer karena menggunakan pendekatan transien dengan tegangan yang besar dan berakibat langsung pada pemakaiannya.

  • Current Source Resonant

Current Source Resonant

Salah satu jenis ballast pada lampu tl ini membutuhkan inductor dan transistor yang memiliki tegangan sangat besar.

  • Voltage Source Resonant

Untuk meningkatkan fungsi ballast, kamu bisa menggunakan jenis ballast yang satu ini karena memiliki spesifikasi yang lebih baik dan bisa menghindari intervensi dari gelombang radio.

Jadi dapat disimpulkan fungsi ballast pada lampu tl yakni untuk memberikan sumber tegangan dengan cara kerja ballast sendiri yakni mengubah tegangan dari AC 220 volt ke tegangan AC 500 sampai 800 volt.

Ketahui :

Tegangan ini yang akan menyalakan lampu TL karena ballast telah memberikan sumber energinya.

Leave a Comment